“Public relations is planned, persuasive communication designed to
influence significant public”.
Public relations merupakan suatu bidang yang memerlukan segi perencanaan
yang matang (planned), sama dengan bidang periklanan yang melakukan
“komunisuasi”, yaitu gabungan antara melakukan komunikasi dan sekaligus
membujuk (persuasive).
Dalam melakukan kampanye atau propaganda (PR campaign and propaganda),
selain untuk mengkampanyekan program kerja, aktivitas dan inormasi, tujuan
lainnya adalah untuk memperkenalkan, meningkatkan kesadaran atau pengertian dan
mencari dukungan public dari sasaran khalayaknya (target audience), dan
sekaligus mempengaruhi serta membujuk sasaran khalayak yang terkait dan dituju
(significant public), perkembangan berikutnya dikenal dengan stake holder
(khalayak sasaran yang terkait).
Definisi umum tentang public relations tersebut kemudian disimpulkan lebih
spesifik lagi, yaitu public relations merupakan seni (arts) dan gabungan dari
disiplin ilmu manajemen, komunikasi, psikologi, sosial, dan marketing, untuk
membentuk agar perusahaan atau lembaga, gagasan atau ide yang ditawarkan, nama
dan produknya menjadi disukai dan dapat dipercaya oleh publiknya.
Dalam hubungannya dengan target audience atau stake holder tersebut,
dikenal tiga tipe tentang apa yang disukai dan tidak disukai, yaitu sebagai
berikut :
a. Those who know you and like you (mengenal dan menyukai Anda).
b. Those who know you and don’t like you (mengenal dan tidak menyukai Anda).
c. Those who neither you nor care you (tidak dikenal maka tidak disukai).
a. Those who know you and like you (mengenal dan menyukai Anda).
b. Those who know you and don’t like you (mengenal dan tidak menyukai Anda).
c. Those who neither you nor care you (tidak dikenal maka tidak disukai).
Dari penjelasan di atas, Scott M. Cutlip dan Allen H. Center dalam buku
Effective Public Relations, (New Jersey: Prentice Inc. Englewood Cliffs, 1982),
mengatakan, “Public relation merupakan fungsi manajemen yang menilai sikap
public, mengidentifikasikan kebijaksanaan dan tata cara seseorang atau
organisasi demi kepentingan public, serta merencanakan dan melakukan suatu
program kegiatan untuk meraih pengertian, pemahaman, dan dukungan dari
publiknya”.
Sedangkan tujuannya adalah untuk mempengaruhi publiknya, antara lain
sejauh mana mereka mengenal dan mengetahui kegiatan lembaga atau organisasi
yang diwakili tersebut tetap pada posisi pertama, dikenal, dan disukai.
Sedangkan posisi yang kedua, mengenal dan tidak menyukai itu, maka pihak public
relations berupaya melalui proses teknik public relations tertentu untuk dapat
mengubah pandangan public menjadi menyukai.
Pada posisi public yang ketiga, membutuhkan perjuangan keras untuk
mengubah opini public yang selama ini tidak mengenal dan tidak menyukai melalui
suatu teknik kampanye public relations (PR campaign) melalui strategi menarik
perhatian (pull strategi) yang mampu mengubahnya, yaitu dari posisi “nothing”
menjadi “something”.
Berikutadalah beberapa hal yang
harus dilakukan oleh praktisi humas dalam memikirkan kampanye, Input adalah apa yang dilakukan oleh
PR serta bagaimana produk tersebut didistribusikan. Output adalah bagaimana input digunakan, baik
oleh publik sasaran secara langsung maupun oleh pihak ketiga yang merupakan
penghubung atau pembentuk opini publik sasaran. Outcome (hasil akhir) ini
melibatkan pengukuran efek akhir dari komunikasi. Outcome diukur dalam 3 cara :
- Perubahan
pada tingkat pemikiran atau kesadaran (kognitif)
- Perubahan
pada sikap atau opini (Afektif)
- Perubahan
dalam prilaku (konatif)

Komentar
Posting Komentar